Tiga Sektor Usaha Diburu Investor, Semester Pertama 2026 Investasi Jakarta Capai Rp173,6 T

  • Whatsapp

Koranmetronews. Id (Jakarta) – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta mencatat realisasi investasi Jakarta mencapai Rp173,6 triliun pada Semester I 2026. Dari jumlah tersebut, sektor Transportasi, Pergudangan, dan Telekomunikasi menjadi penyumbang investasi terbesar dengan realisasi Rp54,3 triliun atau 31 persen dari total investasi.

Besarnya investasi sektor Transportasi, Pergudangan, dan Telekomunikasi menunjukkan kuatnya minat investor terhadap bidang yang menopang konektivitas dan aktivitas ekonomi Jakarta. Nilai investasi sektor tersebut bahkan melampaui kontribusi Jasa Lainnya yang mencapai Rp43,6 triliun atau 25 persen serta Perdagangan dan Reparasi sebesar Rp28,4 triliun atau 16 persen.Panduan Kota & Daerah

Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta Heru Hermawanto mengatakan capaian investasi Jakarta pada semester pertama tahun ini memperkuat posisi ibu kota sebagai magnet investasi nasional. Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, nilai Rp173,6 triliun tersebut setara 17,2 persen dari total realisasi investasi nasional.

“Ini menunjukkan bahwa Jakarta tetap menjadi tujuan utama investasi di Indonesia. Kepercayaan investor yang terus meningkat merupakan hasil dari sinergi berbagai pihak dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif,” ujar Heru dalam keterangannya, Kamis, 6 Agustus 2026.

Dari total tersebut, investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp106,5 triliun, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp67,1 triliun.Waktu & Kalender

Heru menilai dominasi sektor Transportasi, Pergudangan, dan Telekomunikasi tidak terlepas dari karakter Jakarta sebagai pusat kegiatan ekonomi nasional. Ketiga sektor itu menjadi bagian penting dalam menopang mobilitas masyarakat, distribusi barang, hingga konektivitas digital.

Selain tiga sektor tersebut, investasi Jakarta juga mengalir ke sektor Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran sebesar Rp14 triliun atau 8 persen. Sektor Konstruksi mencatat Rp12,9 triliun atau 8 persen, sedangkan sektor lainnya secara kumulatif mencapai Rp20,3 triliun atau 12 persen.

Secara kewilayahan, Jakarta Selatan menjadi daerah dengan realisasi investasi terbesar, yakni Rp62,7 triliun. Berikutnya Jakarta Pusat Rp49,9 triliun, Jakarta Utara Rp23,1 triliun, Jakarta Barat Rp20,6 triliun, dan Jakarta Timur Rp17,1 triliun. Sementara itu, Kepulauan Seribu mencatat investasi Rp289 miliar.Panduan Kota & Daerah

Menurut Heru, besarnya investasi yang masuk Jakarta ditopang sejumlah faktor, mulai dari infrastruktur yang terintegrasi, pasar yang besar, sumber daya manusia yang kompetitif, hingga ekosistem bisnis yang semakin matang.

“Investasi yang masuk tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat,” katanya.

Dampak investasi tersebut juga terlihat dari penyerapan tenaga kerja. Kepala Unit Pengelola Jakarta Investment Centre (UP JIC) Ezrin Kartika menyebut realisasi investasi Semester I 2026 telah menyerap sekitar 298 ribu tenaga kerja.

Serapan tersebut terdiri atas lebih dari 220 ribu tenaga kerja dari PMDN dan sekitar 78 ribu tenaga kerja dari PMA.

“Keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari banyaknya proyek yang sudah dibangun atau yang berhasil dibangun, tapi kita lihat juga dari dampak ekonominya karena investasi itu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan aktivitas usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Ezrin.

Ezrin mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat ekosistem investasi melalui penyederhanaan perizinan, digitalisasi layanan, penyediaan data investasi, serta pendampingan investor melalui Jakarta Investment Centre.

Pendampingan dilakukan sejak tahap penjajakan minat, business matching, koordinasi dengan perangkat daerah dan BUMD, hingga proses realisasi investasi.

Menurut dia, pendekatan tersebut penting agar investasi yang masuk tidak berhenti pada nilai modal yang ditanamkan, tetapi memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan masyarakat.

“Pada akhirnya investasi itu dapat mendukung transformasi Jakarta sebagai kota global yang semakin layak huni, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” kata Ezrin.Panduan Kota & Daerah

Heru menambahkan, DPMPTSP DKI Jakarta juga mengembangkan promosi investasi berbasis data melalui pemetaan potensi investasi dan pengembangan proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO).

“Kami memastikan bahwa peluang investasi yang ditawarkan memiliki kesiapan yang matang dari sisi teknis, finansial, maupun pasar. Dengan demikian, investor dapat memperoleh kepastian yang lebih baik dalam mengambil keputusan investasi di Jakarta,” kata Heru.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan momentum positif tersebut terus terjaga melalui penguatan sinergi dengan pemerintah pusat, dunia usaha, dan pemangku kepentingan. Pelayanan investasi juga diarahkan semakin mudah, cepat, transparan, dan terintegrasi.

Dengan nilai Rp54,3 triliun, sektor Transportasi, Pergudangan, dan Telekomunikasi menjadi penanda penting arah investasi Jakarta pada Semester I 2026. Investasi di sektor tersebut sekaligus mencerminkan kebutuhan Jakarta untuk memperkuat konektivitas fisik dan digital sebagai fondasi transformasi menuju kota global.(john)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *