Koranmetronews. Id (Jakarta) – Ruang multifungsi (extended concourse) Stasiun MRT Bundaran HI akan menghubungkan Plaza Indonesia hingga Hotel Indonesia Kempinski untuk memudahkan akses pengguna.
“Multi-interkoneksi yang nantinya future connection-nya ke Hotel Indonesia Kempinski area, kemudian Grand Indonesia, dan.juga Mandarin,” kata Direktur Utama PT Integrasi Transit Jakarta Yulham Ferdiansyah Roestam saat meninjau ruang multifungsi Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan nantinya, di ruang multifungsi itu tersedia dua pintu akses, yakni Muara 1 yang menghubungkan ke sisi Barat (Plaza Indonesia dan depan Hotel Hyatt) serta Muara 2 yang menghubungkan ke sisi Timur (Hotel Pullman dan Wisma Nusantara).
Ruang multi-interkoneksi tersebut memiliki panjang sekitar 300 meter dengan total luas area mencapai 4.200 meter persegi.
Kemudian, pihaknya juga menyiapkan proyek knockdown panel (dinding siap jebol) untuk koneksi masa depan ke Hotel Indonesia Kempinski, Grand Indonesia, dan Mandarin Oriental. Namun, desain untuk koneksi ini masih dalam tahap finalisasi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Untuk Kempinski dan Mandarin, sekarang sedang dalam tahap finalisasi desain, ya, future connection, betul. Tapi yang sekarang kita fokus adalah penyediaan muara baru di area barat, di depan Hyatt, dan di area timur, di depan Pullman,” terang Yulham.
Ruang multifungsi Stasiun MRT Bundaran HI merupakan area publik bebas biaya (non-tapping area) yang didesain sebagai area multifungsi untuk aktivasi event, dengan kapasitas sekitar 3.200 orang.
Jalur bawah tanah itu didesain agar pejalan kaki dapat berpindah secara mulus tanpa gangguan (seamless), aman dari kemacetan, dan nyaman karena dilengkapi pendingin udara (AC).
PT MRT Jakarta (Perseroda) mengatakan progres pembangunan ruang multifungsi tersebut saat ini sudah mencapai 22 persen.
Proyek itu diharapkan dapat menjadi kawasan baru yang semakin menghidupkan kawasan berorientasi transit atau transit oriented development (TOD) Bundaran HI.
Selain itu, proyek tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengguna transportasi publik sekaligus memperkuat konektivitas kawasan pusat bisnis Jakarta.
Proyek yang dipimpin oleh PT Integrasi Transit Jakarta senilai Rp148,2 miliar itu ditargetkan rampung pada Juni 2027, bertepatan dengan usia 5 abad Kota Jakarta.
Stasiun Bundaran HI yang kedalamannya mencapai 18 meter di bawah permukaan tanah itu merupakan salah satu stasiun tersibuk pada fase 1 lin utara selatan, dengan rata-rata pelanggan mencapai sekitar 450-500 ribu pelanggan setiap bulan.
Jumlah tersebut diprediksi terus meningkat apabila fase 2A lin utara selatan segmen 1 Bundaran HI-Monas mulai beroperasi pada 2027.
Pembangunan ruang multifungsi dan entre baru itu juga merupakan bagian dari persiapan operasional fase 2A segmen 2 hingga Kota, yang ditargetkan pada 2029.(john)




