Koranmetronews. Id (Jakarta) -Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah menegaskan, pentingnya pemberdayaan perempuan sebagai kekuatan utama pembangunan keluarga dan masyarakat dalam acara Kartini RE: POWER – Jakarta Barat Moves With Her bertema “Perempuan Berdaya, Jakarta Mendunia Berakar Budaya” yang digelar taman depan Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan yang dihadiri sekitar 300 peserta dari unsur aparatur sipil negara (ASN), influencer, mahasiswa, komunitas, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Event ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran perempuan melalui kolaborasi lintas sektor, penguatan ekonomi keluarga, dan peningkatan ketahanan pangan berbasis rumah tangga.
Iin menekankan, peringatan Hari Kartini harus dimaknai sebagai gerakan nyata, bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menyebut perempuan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keluarga sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan sosial.
”Pesannya adalah bagaimana menjadi perempuan harus tangguh dan berdaya. Dan tentu kalau kita bersama-sama, kita akan lebih tangguh dan lebih berdaya,” kata Iin saat menyampaikan sambutan.
Dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut, Pemerintah Kota Jakarta Barat mendorong perempuan untuk aktif dalam kegiatan urban farming sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga.
”Kita mengajak semua ibu dan kaum perempuan untuk menyukai dan melakukan urban farming, karena ini penting untuk ketahanan pangan keluarga,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, dilakukan penanaman simbolis tanaman hortikultura seperti labu madu dan golden melon, yang direncanakan menjadi ikon gerakan tanam serentak di wilayah Jakarta Barat.
Selain kegiatan penanaman, acara juga diisi dengan deklarasi ketahanan pangan keluarga, talk show inspiratif, fashion show produk lokal, serta bazar UMKM yang berlangsung selama tiga hari. Produk-produk yang ditampilkan merupakan hasil karya keluarga dan pelaku usaha lokal Jakarta Barat sebagai bentuk dukungan terhadap kemandirian ekonomi perempuan.
Iin juga menyoroti peran perempuan di era digitalisasi, khususnya dalam mendampingi anak-anak menggunakan teknologi secara bijak. Menurutnya, ibu memiliki tanggung jawab penting dalam membentuk karakter generasi muda agar tetap memiliki interaksi sosial yang sehat dan nilai-nilai pendidikan yang kuat.
Ia menambahkan, semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini harus diterjemahkan dalam keberanian perempuan untuk berpendapat, berkarya, dan mengambil peran strategis di berbagai sektor kehidupan.
”Peringatan hari ini sejatinya bukan hanya seremonial. Perempuan harus memiliki upaya untuk berdaya dan berani menyampaikan gagasan serta bersikap tegas tanpa meninggalkan kodratnya,” tutur Iin.
Hahir dalam acara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rani Maulani dan Ima Mahdia, sejumlah anggota DPRD DKI, para pengurus TP PKK Kota Jakarta Barat, Owner Pisang Madu, Batik khas Betawi (Gobang) serta undangan lain.
Rani Maulani menyatakan, kegiatan tersebut menjadi simbol penguatan solidaritas perempuan sekaligus bentuk dukungan nyata terhadap perempuan agar terus berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat.
”Perempuan saat ini bekerja bukan hanya membantu suami atau bertahan hidup, tetapi ingin memberikan karya nyata kepada dunia. Perempuan juga bisa diperhitungkan dan diandalkan untuk mengambil kebijakan,” tutur Rani.
Melalui kegiatan Kartini RE: POWER ini, Pemerintah Kota Jakarta Barat menargetkan terbentuknya gerakan pemberdayaan perempuan yang berkelanjutan, memperkuat ketahanan keluarga, serta meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam momen itu dibacakan deklarasi oleh Wali Kota Iin yang diikuti oleh peserta acara.
Berikut isi deklarasi perempuan Jakarta Barat: 1. Berkometmen memanfaatkan lahan perangan untuk kekegiatan pertanian perkotaan sebagai upaya secara mandiri untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga.
- Memperkuat peran perempuan di lingkup masyarakat sebagai penggerak pengelolaan kebun pangan dan pengelolaan sampah rumah tangga di wilayah kita Jakarta Barat.
- Mengembangkan potensi dan ketrampilan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga. perempuan berdaya keluarga sejahtera.(john)






