Koranmetronews. Id (Jakarta) – Tim perwakilan Bank Syariah Indonesia (BSI) menggelar kunjungan kerja sekaligus penjajakan kerja sama dengan para pedagang dan pengelola Pasar Timbul, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kegiatan ini merupakan wujud komitmen BSI dalam mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah di pasar rakyat yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.
Kunjungan yang berlangsung Selasa (9/6) sore itu dihadiri jajaran pejabat BSI yang sekaligus melakukan survei langsung terhadap kondisi pasar dan jenis usaha yang dijalankan para pedagang. Sebagian besar pedagang di pasar ini menjual kebutuhan pokok dan hasil bumi, yang menjadi kebutuhan utama warga sekitar. Menurut Kepala Pasar, Risman Thomas, Pasar Timbul beroperasi selama 24 jam dan selalu ramai dikunjungi, terutama oleh warga yang baru pulang bekerja dan membutuhkan kebutuhan sehari-hari.
Rombongan BSI Cabang Jagakarsa diterima secara hangat oleh Pembina Pasar Hendra Zon, Ketua Koperasi Usaha Rakyat Kobul Jasa Akhirudin, serta Kepala Pasar Risman Thomas. Pertemuan berlangsung secara dialogis dan difokuskan pada upaya menciptakan skema pembiayaan yang mudah diakses dan sesuai dengan prinsip syariah, guna memenuhi kebutuhan modal usaha para pedagang yang selama ini sering menghadapi keterbatasan akses perbankan formal.
Perwakilan BSI, Rama, menjelaskan bahwa skema pembiayaan yang ditawarkan akan disalurkan melalui mekanisme Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan jaminan kelembagaan dari Koperasi Kobul Jasa. Plafon pinjaman yang disiapkan berkisar antara Rp10 juta hingga Rp100 juta per nasabah, disesuaikan dengan skala dan kebutuhan usaha masing-masing pedagang. “Sebagai tahap awal, penyaluran dapat dimulai dari plafon Rp10 juta agar dapat segera dirasakan manfaatnya,” tambah perwakilan BSI lainnya, Bawono.
Pembina Pasar Timbul, Hendra Zon, menyambut baik rencana kerja sama tersebut dan mengibaratkannya sebagai “pucuk dicinta ulam tiba”, sebuah harapan yang telah lama ditunggu para pelaku usaha di pasar ini. Ia menilai kehadiran lembaga perbankan syariah akan memberikan angin segar sekaligus solusi nyata atas permasalahan modal yang selama ini dihadapi. Kepala Pasar Risman Thomas menambahkan bahwa saat ini terdapat sekitar 100 orang pedagang dan karyawan yang bekerja dalam tiga giliran jam operasi, mulai pagi, siang, hingga malam.
Ketua Koperasi Kobul Jasa, Akhirudin, didampingi Sekretaris Ali, membenarkan bahwa kebutuhan akan suntikan modal usaha sangat mendesak. Selama ini, koperasi telah memberikan pinjaman tanpa bunga dan tanpa jaminan ketat yang bersumber dari bantuan Yayasan Guru Tahoe Sekolah Raja. Namun, dana tersebut bersifat terbatas dan tidak dapat dipenuhi secara berkelanjutan, apalagi di tengah tekanan ekonomi yang membuat nilai tukar dolar melemahkan daya beli masyarakat.
“Banyak pedagang yang hampir gulung tikar karena terjebak pinjaman dari bank keliling atau rentenir yang menerapkan bunga sangat tinggi dan mencekik. Kami berharap kemitraan dengan BSI dapat menjadi jalan keluar agar pedagang terhindar dari jeratan utang yang memberatkan,” tegas Akhirudin. Ia menekankan pentingnya hadirnya sumber pembiayaan yang aman, transparan, dan berkelanjutan.
Selain pembiayaan, BSI juga merencanakan peningkatan layanan perbankan di lingkungan pasar. Salah satu rencananya adalah pemasangan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang dapat dimanfaatkan oleh para pedagang maupun warga sekitar untuk memudahkan transaksi keuangan sehari-hari. Hal ini diharapkan dapat mendorong inklusi keuangan dan membiasakan masyarakat menggunakan layanan perbankan formal.
Rencana kerja sama ini akan segera ditindaklanjuti dengan penyusunan naskah perjanjian kerja sama secara rinci dan matang. Penyaluran dana KUR dengan plafon Rp10 juta hingga Rp100 juta akan diproses secara bertahap setelah nota kesepahaman ditandatangani.(john)





