Jaga Stabilitas Harga Pangan, Perumda Pasar Jaya Perkuat Pemantauan

  • Whatsapp

Koranmetronews. Id (Jakarta) – Perumda Pasar Jaya memperkuat pemantauan pasar bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan sejumlah pemangku kepentingan sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan.

“Koordinasi antara Perumda Pasar Jaya dan Pemprov DKI Jakarta dalam mengantisipasi lonjakan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) maupun pada musim tertentu berjalan dengan sangat baik,” kata Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan, Selasa.

Bacaan Lainnya

Pemantauan dilakukan secara intensif melalui koordinasi dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk mengantisipasi potensi gejolak harga sejak dini sekaligus memastikan distribusi pangan berjalan lancar.

“Kerja sama ini juga memastikan ketersediaan komoditas pangan strategis menjelang HBKN maupun periode meningkatnya konsumsi masyarakat,” ujar Agus.

Menurut Agus, TPID beranggotakan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan, perwakilan Bank Indonesia, dan Perum Bulog yang secara rutin memantau perkembangan harga, kondisi pasokan, distribusi pangan, hingga potensi gangguan pasar.

Selain itu, Perumda Pasar Jaya juga terus membahas dan mengevaluasi setiap perkembangan dalam rapat koordinasi yang dilaksanakan setiap minggu.

Melalui forum itu, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dapat merumuskan langkah cepat jika ditemukan adanya potensi kenaikan harga dan gangguan pasokan di lapangan.

“Hasil pembahasan kemudian ditindaklanjuti dengan berbagai langkah pengendalian, seperti penguatan pasokan, penyelenggaraan pasar murah, bazar pangan, operasi pasar, serta berbagai program stabilisasi harga lainnya,” jelasnya.

Agus menyebut, gejolak kenaikan harga pangan di Jakarta umumnya dipicu ketidakseimbangan antara pasukan dan permintaan. “Biasanya menjelang HBKN dan tahun baru kebutuhan masyarakat terhadap berbagai komoditas pangan mengalami peningkatan yang cukup signifikan,” ucap Agus.

Selain meningkatnya permintaan, perubahan musim dan cuaca ekstrem juga menjadi faktor yang perlu diantisipasi karena dapat memengaruhi produksi di daerah sentra dan kelancaran distribusi menuju Jakarta.

Kondisi tersebut berpotensi mengurangi pasokan di pasar, sehingga berdampak pada pergerakan harga sejumlah komoditas.

Tak hanya itu, sejumlah faktor eksternal yang juga memengaruhi stabilitas harga pangan, antara lain kenaikan biaya distribusi akibat meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM), gangguan logistik, hingga perubahan kondisi ekonomi nasional.

“Saya berharap, koordinasi yang kuat dan pemantauan pasar dalam program stabilisasi harga ini dapat menjaga inflasi pangan agar tetap terkendali, sehingga kebutuhan pokok tetap terjamin dan harga terjangkau,” kata Agus.

Komoditas pangan utama yang dipasok atau menjadi unggulan antara lain, beras, aneka sayuran, telur ayam, gula, dan komoditas pertanian lainnya.(john)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *