Sudin LH Selatan Olah Sampah Organik Pakai Metode Pengomposan

  • Whatsapp

Koranmetronews. Id (Jakarta)  – uku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Selatan (Jaksel) mengembangkan inovasi strategi pengelolaan sampah organik melalui metode pengomposan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

“Kami telah mengembangkan berbagai inovasi pengelolaan sampah organik, di antaranya melalui metode Biopori Jumbo dan Teba Modern,” kata Kepala Sudin LH Jakarta Selatan Dedy Setiono di Jakarta, Kamis.

Bacaan Lainnya

Dia mengatakan metode tersebut diyakini sebagai cara yang efektif untuk mengurangi, bahkan mengatasi, sampah organik agar tidak dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Dia menjelaskan Biopori Jumbo merupakan metode pengolahan sampah organik skala besar dengan menggunakan tong plastik berkapasitas sekitar 30 liter yang dilubangi dan ditanam di dalam tanah.

“Metode ini merupakan pengembangan dari lubang resapan biopori konvensional dengan kapasitas lebih besar untuk menampung sampah dapur maupun daun kering,” terang Dedy.

Sementara itu, kata dia, Teba Modern merupakan metode pengelolaan sampah organik mandiri berbasis kearifan lokal berupa lubang komposter menyerupai sumur sedalam dua hingga tiga meter yang diperkuat beton dan dilengkapi penutup.

“Metode ini diharapkan mampu mengolah sampah organik langsung dari sumbernya sekaligus mengurangi beban sampah yang dikirim ke TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) Bantar Gebang,” tutur Dedy.

Saat ini, menurut dia, sejumlah wilayah di Jakarta Selatan sudah mulai menerapkan metode tersebut. Ke depan, pengelolaan sampah organik secara mandiri dan berkelanjutan itu pun diharapkan dapat diimplementasikan lebih luas.

Dia juga mengimbau warga agar membiasakan diri untuk memilah sampah sejak dari meja makan sebagai langkah nyata menuju Jakarta Selatan bebas sampah organik, khususnya dalam pengelolaan sisa makanan (food waste) maupun sampah olahan dapur.

“Kami telah mengarahkan seluruh jajaran di tingkat kecamatan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait inovasi ini. Tujuannya, sampah organik dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat, bahkan memiliki nilai ekonomi,” ungkap Dedy.(john)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *