Koranmetronews.id (Jakarta)-Bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta, Pramono Anung-Rano Karno, akan “menghidupkan” kembali Posko Pengaduan di Balai Kota Jakarta jika menang Pilkada 2024. Ide ini digagas lantaran banyak warga yang menginginkan agar kebijakan era gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok itu dihidupkan kembali.
Bagi pejabat yang nantinya terbukti persulit warga maka dipastikan langsung dicopot.
Ada pertanyaan mendasar tadi, ‘Dulu yang Ahok bagus Pak, balai kota dihidupkan’. Pasti dihidupkan lagi,” kata Pramono di Car Free Day (CFD) Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (8/9/2024). Dengan adanya posko pengaduan itu, kata Pramono, gubernur dan wakil gubernur bisa mengetahui langsung persoalan rakyat. Dari aduan tersebut, gubernur dan wakil gubernur dapat mencari jalan keluar terbaik.
Selain menghidupkan balai kota, Pramono juga akan memanfaatkan teknologi untuk membuka posko aduan daring. “Tetapi zaman kan semakin modern, sehingga harus dilakukan dua cara satu warga yang datang ke balai kota diterima dan orang kalau bisa langsung kepada gubernur atau wakil gubernur. Lalu kedua, ada ruang yang dilakukan secara digital,” ucap Pramono.
Petugas Khusus
Dengan posko aduan daring, warga Jakarta yang rumahnya jauh dari balai kota tetap bisa menyampaikan aspirasinya kepada gubernur dan wakil gubernur.
Pramono berjanji akan memantau aduan-aduan warga yang disampaikan secara daring. Di sisi lain, pihaknya juga akan memilih petugas penampung aduan yang kerjanya betul-betul pakai hati dan bertanggung jawab penuh. “Problemnya adalah orang yang menjadi penanggung jawab di tempat pengaduan di sistem digital itu biasanya kerjanya setengah hati. Supaya tidak setengah hati, dia harus bertanggung jawab langsung kepada gubernur dan wakil gubernur,” ucap Pramono.
Pramono juga berjanji terus mengawasi kinerja para petugas yang menampung aduan warga secara daring. “Kinerjanya harus diawasi secara langsung. Kalau itu bisa dilakukan maka sangat efisien bagi warga untuk melaporkan, menyampaikan persoalan yang ada di masyarakat,” ungkap dia. (john)






