koranmetronews.id, TANJABBAR – Tim Aliansi Pemerhati Pembangunan Jambi (APPJ) provinsi Jambi yang di akan laporkan hasil Kegiatan Peningkan jalan (DAK Reguler) dengan Pekerjaan Pemeliharaan Berkala jalan Simpang IV -Sei Saren – SP.Teluk Sialang desa Semau kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) tahun anggaran 2020, dikatakan Tim APPJ kepada Koran Metro Media Online dan Media Cetak.
Jimmi Nainggolan anggota tim APPJ mengungkapkan, kita telah melayangkan Surat Konfirmasi Tertulis tertanggal 5 Januar 2021 kepada pihak rekanan PT. Hanro melalui kantor yang ada di Jambi dikawasan Transito tetapi pihak rekanan itu tidak mau memberi jawaban.
Jimmi menjelaskan, dana sebesar Rp. 7.655.132.000,- yang di alokasikan oleh pemerintah kabupaten Tanjabbar tahun 2020 dari kas APBD Tanjabbar merupakan uang rakyat khususu rakyat Tanjabbar yang membayar pajak kepada pemerintah untuk kegiatan Proyek Peningkatan Jalan Simpang itu.
“Diduga tampak pembentukan dari penampang struktur badan yang dilakukan tidak mencapai bangunan syruktur badan jalan yang semestinya, sebagaanai permukaan jalan terhindar dari endapan terhafap air hujan”, tegas Mangala selaku Kordunator APPJ.
Tim APPJ berpendapat pada Pelaksanaan Pemeliharaan Berkala Jalan Simpang IV – Sei Saten – SP. Teluk Sialang Tanjabbar yang baru selesai dikerjakan bagaikan “Kubangan Kerbau” sehingga diduga adanya Kongkalikong antara sejumlah oknum pejabat di Dinas PUPR Tanjabbar yang terlibat dengan kegiatan proyek Pemeliharaan Berkala itu dengan Oknum Rekanan PT. Hanro, akibatnya keuangan kas APBD Tanjabbar dan kepentingan masyarakat Tanjabbar khususnya masyarakat yang berdomisili di dekat pekerjaan Pemeliharaan Berkala Jalan tersebut.
Pada tanggal 17/12/2020 Koran Metro News melalui telepon seluler konfirmasi kepada Fendi Harianja terkait dengan ruas jalan Sei Saren – SP. Teluk Sialang mengatakan, nanti saya tanya dulu dan jumpai Pak Sultan saja karena dia pelaksana kami ada di Tungkal Ilir.
Kemudian Media Online ini kembali tanggal 22/12/20 melalui telepon seluler konfirmasi dengan Fendi Harianja mengatakan, nanti kita tanya dulu pelaksana kita di lapangan, kita kan tak bisa juga cuman dengar sepihak iyakan.
Nanti saya tanyakan dulu apa pekerjaan disana seperti apa yang kata bapak cuman di kerok, disitu kan kita tak tau saya tak ada lihat disana,” ujar Fendi.
Lalu pada tanggal 23/12/2020 Fendi dikonfirmasi Koran Metro News lagi mengatakan, nanti di hubungi dengan pelaksana di lapangan, namun apa yang di katakan Fendi hingga berita ini di turunkan untuk ketiga kalinya belum ada pelaksana di lapangan menghubungi Koran Metro.
Lain hal nya dengan pejabat dari Dinas PUPR Tanjabbar yang menangani Pelaksanaan Proyek Peningkatan dan Pemeliharaan Berkala Jalan Simpang IV tersebut belum dapat dikonfirmasi Koran Metro hingga berita ini di muat kembali.
(KMN/BT)






