Koranmetronews. Id (Bandung) – Bagi yang doyan dengan suasana santai dan sambil berinteraksi sosial, keberadaan Kedai Patepung di Bandung ini sangat cocok jika jadi pilihan. Berlokasi di kawasan Kiaracondong, Babakansari, tempat makan sekaligus bersosialisasi tersebut memang sengaja dikonsep sebagai kedai yang mengusung kopitiam santai.
“Patepung itu sendiri kan punya arti bertemu. Maka, fokusnya adalah jadi tempat ngobrol, nongkrong bareng (Persib Bandung), tentu sambil menikmati makanan dan minuman dalam suasana santai,” ucap Manager Kedai Patepung, Qufa Naufanesa Hutami saat ditemui media, Minggu (12/4/2026).

Lantas, saat ditanya siapa saja sasaran konsumen atau customernya? Qufa menjelaskan bahwa mereka adalah anak-anak muda, pelajar, komunitas, pekerja sampai kepada keluarga yang ingin tempat nongkrong santai, namun tetap mendapatkan kenyamanan. Begitu pun dalam soal harga, dipastikan terjangkau.
Disebutkan pula bahwa inspirasi Kedai Patepung itu sendiri, datang dari budaya nongkrong khas Bandung, yakni santai dan mengutamakan guyub (rukun-red). Sedangkan yang membedakan dengan yang lain, di Kedai Patepung justru memberikan harga yang terjangkau, tentu dengan tempat yang cukup nyaman di kawasan Kiaracondong, Babakansari, Bandung.

Sejak keberadaannya di tahun 2025 lalu, Kedai Patepung banyak dikunjungi pelanggan dari kalangan yang cukup beragam. Namun tetap didominasi anak-anak muda gaul yang memang doyan nongkrong, komunitas atau mereka yang suka dengan suasana santai sambil berinteraksi sosial.
“Malah sering dijadikan tempat kumpul suporter Bandung (Bobotoh-red). Karena di Kedai Patepung sini, sering juga mengadakan acara Nobar alias nonton bareng, setiap Tim Persib bertanding,” terang Qufa, lagi.

Kedai Patepung yang mampu menampung sekitar 50-60 pengunjung. Karenanya, Qufa yang joint usaha dengan kedua sahabatnya yang pernah satu kampus di Uhamka Jakarta, yakni masing-masing bernama Fitri dan Nevi.
Mereka bertiga mengaku optimis kenapa berani investasi dengan buka usaha kedai (kuliner di Bandung? Alasannya karena
Bandung punya pasar kuliner yang hidup dan komunitas yang kuat. Termasuk konsep yang diusung lantaran dekat dengan budaya masyarakat. Lalu, ditambah dukungan komunitas dan trend nongkrong yang terus berkembang.
“Jadi, peluangnya untuk berkembang memang cukup besar. Apalagi dengan konsep yang mengedepankan kebersamaan,” timpal Nevi yang mempekerjakan 4 karyawan untuk membantu operasional harian di Kedai Patepung tersebut, menambahkan.
Usaha Kedai Patepung yang sering dijadikan tempat penyelenggaraan workshop, saat ini sedang tahap atau proses Break Even Point (BEP), menjanjikan pula sejumlah menu favorit. Untuk makanan tersedia: Nasi Barendo Chili Oil, Mie Bangladesh, juga aneka Dimsum serta Ketan Susu dan Roti Canai. Sedangkan untuk minuman: Kopi Susu, Teh Tarik, Kopi Sanger dan Susu Murni. “Dijamin pasti enak dan tentu saja dengan harga terjangkau,” sebut Qufa seraya menyudahi obrolannya. (john)






