Ciptakan Kenyamanan Warga di Wilayah Karet Semanggi, Walikota Pimpin Kerja Bakti Keruk Kali Krukut. Dua Bangunan Milik Pengusaha Hambat Aliran Air Diperintah Bongkar

  • Whatsapp

Koranmetronews. Id (Jakarta)  – Pemerintah kota (Pemkot) Jakarta Selatan berkomitmen untuk menghadirkan kenyamanan warga, dan terhindar dari ancaman bencana banjir tatkala musim hujan tiba.

Untuk mewujudkan kondisi aman dan nyaman, tehindar dari bencana banjir dan genangan dihunian warga, digelar Kerja Bakti Skala Besar diikuti 400 lebih personil dari PJLP Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA), Suku Dinas Lingkungan Hidup, Suku Dinas Pertamanan, PJLP Kelurahan Karet Semanggi, PJLP Bina Marga, Karang Taruna Kelurahan Karet Semanggi, dan warga RT/RW.

Kasudin SDA Jaksel Santo saat mendapat arahan Walikota

” Moment kerja bakti skala besar di wilayah Pemerintah Kota Jakarta Selatan ini untuk membersihkan disekitar wilayah masing-masing. Dan, PJLP Sudin Sumber Daya Air (SDA), PJLP Sudin LH manfaatkan alat berat untuk mengeruk. sedimentasi Kali Krukut,” ujar Wali Kota. Muhammad Anwar didampingi Kepala Sudin SDA Jaksel Santo, para pejabat di lingkungan Pemkot Jaksel.

“Kami komit Jaga Jakarta, mewujudkan wilayah kita bebas banjir. Kan tidak nyaman kalau wilayah kebanjiran. Mari kita mengajak masyarakat tertib menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. Jangan membuang sampah ke kali, agar tidak ada sampah menyumbat aliran air. Kemudian mengurangi sedimentasi, sehingga kalinya lancar,” kata M Anwar.

Perintah Bongkar

Pada kesempatan itu,  Walikota memerintahkan aparatnya membongkar dua bangunan milik pengusaha karena mempersempit aliran air.

“Saya minta dua bangunan itu segera dibongkar. Undang pemilik bangunan dan haris segera dibongkar. “

Hal tersebut disampailan karena adanya pengaduan warga saat kerja bakti tersebut.

Kepala Sudin SDA Jakarta Selatan Santo menambahkan, kerja bakti skala besar membersihkan saluran air, mengeruk sedentasi saluran air, kali terus menjadi perhatian dalam waktu ke depan

“Pengerukan sedimen kali di wilayah Jaksel terus dilakukan. Dimulai dari medium April hingga akhir Agustus 2026. Lumpur sedimen dapat kita keruk sekitar 6800 meter kubik. Otomatis sedimentasi berhasil kita kurangi. Titik genangan juga akan berkurang,” kata Santo menambahkan.

Tantangan mengatasi genangan di wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan, kata Santo adalah banyaknya kali yang menyempit, akibat penyerobotan yang dilakukan warga di bantara kali.

” Lebar kali terus menyempit, sehingga kapasitas menampung air berkurang, sehingga air menggenangi rumah warga yang letaknya rendah,” kata Santo.(john)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *