Kanwil Kemenag DKI Jakarta Ingatkan Agar Jamaah Haji Tidak Bawa Barang Berlebihan

  • Whatsapp

Koranmetronews.id (Jakarta)  -Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DKI Jakarta mengungkapkan sejumlah masalah yang kerap dihadapi calon haji dari Tanah Air sehingga memperlambat proses masuk ke Arab Saudi, yaitu barang bawaan berlebihan dan salah penggunaan visa.

“Kami sudah beritahukan lewat manasik, jangan bawa barang berlebihan, misalnya bawa kompor, beras, ada yang bawa pisau. Akhirnya, itu semua tertahan (di bandara), dan akan memperlambat,” kata Kepala Bidang Pelayanan Haji dan Fasilitasi Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kanwil Kemenag DKI Jakarta Sapta Putri dalam siniar yang dipantau di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan calon haji kerap membawa barang, seperti kompor, gunting, seterika, dan lainnya, yang semestinya tidak perlu dibawa. Selain itu, rokok juga sering kali menjadi masalah.

“Dan satu lagi itu, rokok. Kami sudah berkali-kali menyampaikan, rokok itu maksimal itu dua slop, tapi sering berlebihan, kadang yang perempuan dititipkan,” ujar Sapta.

Selain barang bawaan, permasalahan yang dialami calon haji berkaca pada pengalaman 2025, yaitu calon haji dengan kondisi medis berat, tetap berangkat dan terjadi penumpukan di bandara.

“Solusinya, yaitu edukasi jamaah lebih intensif. Kemudian, kontrol barang bawaan makanan, koordinasi dengan maskapai, dan penempatan petugas di titik rawan,” tutur Sapta.

Dia menyebutkan barang-barang yang diperlukan calon haji sudah tersedia di Tanah Suci. Untuk oleh-oleh, sudah ada skema yang disiapkan Kementerian Haji dan Umrah.

“Untuk beli oleh-oleh pun, Kementerian Haji dan Umrah sudah punya rencana, punya skema, nanti akan ada UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) yang menyiapkan oleh-oleh haji. Semua ada, kurma, makanan,” ungkap Sapta.
Berdasarkan data Sistem Informasi Kesehatan Jamaah Haji Indonesia (Siskohatkes) per 6 April 2026, tercatat sebanyak 13.837 nomor porsi calon haji untuk wilayah DKI Jakarta.

Dari total tersebut, sebanyak 7.970 orang di antaranya merupakan calon haji reguler, 5.645 orang calon haji khusus, 135 orang petugas, dan 87 orang kemungkinan calon haji tahun mendatang.

Dari segi usia, calon haji didominasi usia 51-60 tahun, yakni sebanyak 33 persen. Kemudian, calon haji di atas 71 tahun sebanyak 5 persen. Sementara berdasarkan jenis kelamin, jumlah calon haji perempuan mendominasi, yaitu sebanyak 7.615 (56 persen), sedangkan laki-laki 6.000 orang (44 persen).(john)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *