DKI gencarkan pertanian perkotaan lewat panen raya di 807 titik

  • Whatsapp

Koranmetronews. Id (Jakarta) – Pemprov DKI Jakarta menggencarkan penguatan ketahanan pangan dan pertanian perkotaan (urban farming) melalui kegiatan panen raya di 807 titik se-Jakarta.

“Kegiatan panen raya ini dihadiri oleh seluruh pimpinan wilayah dari lima wilayah kota dan satu kabupaten yang tersebar di 807 lokasi panen,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok di lahan pertanian di Jalan Raya Pulo Gebang, RT 12/RW 06, Cakung, Jakarta Timur, Senin.

Dia mengungkapkan sampai dengan saat ini, sekitar 98 persen kebutuhan pangan ibu kota masih dipasok dari luar daerah, sementara hanya dua persen yang mampu dipenuhi secara mandiri.

“Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi kami bersama masyarakat dan para pimpinan wilayah untuk terus meningkatkan produktivitas lahan yang ada di DKI Jakarta,” ujar Hasudungan.

Kegiatan ini tersebar di 807 titik lokasi di seluruh wilayah DKI Jakarta, dengan rincian Jakarta Timur menjadi wilayah dengan titik panen terbanyak, yakni 414 lokasi.

Lalu, disusul Jakarta Selatan 177 lokasi, Jakarta Utara 94 lokasi, Jakarta Barat 60 lokasi, Jakarta Pusat 58 lokasi, dan Kepulauan Seribu 4 lokasi.

Salah satu lokasi utama kegiatan tersebut dipusatkan di kawasan Greenhouse Lahan Pertanian Pulo Gebang, Jakarta Timur.

Lahan tersebut sebelumnya merupakan area terlantar yang kemudian dikembangkan menjadi kawasan pertanian produktif oleh pemerintah setempat.

Ke depan, lokasi itu ditargetkan menjadi kawasan agroedukasi sekaligus destinasi wisata berbasis pertanian di tengah kota.

Selain di Jakarta Timur, kegiatan panen juga dilaksanakan di sejumlah titik percontohan di wilayah lain, di antaranya urban farming balkon Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, GSG 07 Kembangan Utara di Jakarta Barat, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Cilandak KKO di Jakarta Selatan, RPTRA Sunter Jaya Berseri di Jakarta Utara, serta kawasan Pulau Tidung Kecil di Kepulauan Seribu.

Hasudungan menjelaskan total luas lahan pertanian yang dipanen dalam kegiatan panen raya itu mencapai sekitar 12.567 meter persegi.

Lahan-lahan tersebut dikembangkan sebagai kawasan pertanian terpadu yang menjadi etalase pertanian perkotaan di Jakarta.

Sejumlah komoditas yang dipanen meliputi cabai, berbagai jenis sayuran, buah-buahan, tanaman pangan, tanaman obat keluarga (TOGA), serta ikan konsumsi. Secara keseluruhan, potensi hasil panen dalam kegiatan ini diperkirakan mencapai 15 ton.

Menurut Hasudungan, keberhasilan panen raya itu tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparatur sipil negara (ASN), kader pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (PKK), kelompok tani, hingga masyarakat umum.

Antusiasme yang ditunjukkan, kata dia, membuktikan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan semakin meningkat di tengah masyarakat perkotaan.

“Panen raya ini bukan sekadar kegiatan memanen, tetapi juga menjadi simbol upaya kita bersama dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, dimulai dari lingkungan terkecil, yakni pekarangan rumah,” ucap Hasudungan.

Selain itu, dia menegaskan gerakan urban farming merupakan salah satu solusi strategis dalam menghadapi tantangan krisis pangan dan keterbatasan lahan produktif di kota metropolitan, seperti Jakarta.

Melalui optimalisasi ruang terbatas, masyarakat didorong untuk memanfaatkan pekarangan, balkon, serta ruang publik sebagai sumber produksi pangan.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta bersama Tim Penggerak PKK dalam mendorong kemandirian pangan berbasis masyarakat. Ke depan, program serupa diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak wilayah di Jakarta.

“Harapan kami, ini menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya Jakarta yang lebih hijau, sehat, berdaya saing, dan berketahanan pangan,” tutur Hasudungan.

Dalam kesempatan itu, dia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi guna menyukseskan kegiatan tersebut, termasuk jajaran pemerintah kota, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, sektor perbankan, serta komunitas dan media yang turut mendukung terselenggaranya panen raya secara serentak di seluruh wilayah DKI Jakarta.

“Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Pemprov DKI optimistis mampu meningkatkan kemandirian pangan secara bertahap, meski di tengah keterbatasan lahan dan tingginya ketergantungan pasokan dari luar daerah,” ungkap Hasudungan.

Jumlah kader PKK, kelompok tani, serta komunitas urban farming yang berkontribusi dalam panen serentak itu mencapai kurang lebih 3.000 orang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta Endang Nugrahani Pramono, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta Dewi Indriati Rano Karno, Ketua Tim Penggerak PKK Jakarta Timur Essie Feransie Munjirin, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin, Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Timur Taufik Yulianto, dan jajaran wilayah lainnya.(john)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *