Koranmetronews.id (Jakarta) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat kereta api kelas ekonomi menjadi pilihan utama masyarakat pada masa angkutan Lebaran 2026 dengan penjualan tiket mencapai 378.324 tiket, sementara kelas eksekutif sebanyak 211.566 tiket.
Manager Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, Franoto Wibowo mengatakan, kereta api ekonomi menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat, terutama bagi mereka yang melakukan perjalanan jarak jauh dengan biaya yang efisien.
“Kereta api ekonomi masih menjadi pilihan utama masyarakat karena menawarkan tarif yang terjangkau dengan tingkat keamanan dan kenyamanan perjalanan yang terus kami jaga,” kata dia di Jakarta, Kamis.
Franoto juga menjelaskan, pada kategori kereta api ekonomi bersubsidi (Public Service Obligation/ PSO), tingkat okupansi tercatat mencapai 93 persen, dengan 74.055 tiket telah terjual.
Beberapa kereta api ekonomi PSO yang menjadi favorit masyarakat dan berangkat dari Stasiun Pasar Senen antara lain KA Bengawan dengan tarif sekitar Rp74.000, KA Airlangga dengan tarif sekitar Rp104.000, KA Serayu dengan tarif sekitar Rp67.000 dan KA Cikuray dengan tarif Rp.45.000.
Hingga saat ini masih tersedia sekitar 7.000 tempat duduk untuk periode keberangkatan 23 Maret hingga 1 April 2026.
Sementara itu, pada kereta api ekonomi komersial tercatat tiket telah dipesan dengan tingkat okupansi sekitar 67 persen dari total kapasitas yang tersedia.
Angka ini diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan adanya program stimulus ekonomi dari pemerintah berupa potongan tarif hingga 30 persen untuk kereta api ekonomi komersial yang berlaku pada periode keberangkatan 14 Maret hingga 29 Maret 2026.
Pada periode 14 Maret hingga 29 Maret 2026, masih tersedia sekitar 85.726 tempat duduk.(john)






