Koranmetronews.id (Jakarta) – Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat total nilai ekspor Jakarta mencapai 1,55 miliar dolar AS pada Januari 2026, atau tumbuh positif sebesar 9,21 persen secara tahunan dibandingkan dengan Januari 2025.
“Pertumbuhan ini secara dominan masih didorong oleh sektor non-migas yang mencatatkan nilai sebesar 1.545,00 juta dolar AS, atau naik sebesar 8,64 persen dibanding tahun sebelumnya,” kata Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto di Jakarta, Senin.
Industri pengolahan, kata dia, menjadi penopang ekspor pada sektor non-migas dengan pertumbuhan sebesar 11,38 persen secara tahunan, dan sekaligus menjadi pendorong utama pertumbuhan ekspor Jakarta. Nilai ekspor industri pengolahan pada Januari 2026 sebesar 1,51 miliar dolar AS.
“Peningkatan sektor manufaktur inilah yang menjadi motor utama pertumbuhan ekspor Jakarta di awal tahun,” ujar Kadarmanto.
Di sisi lain, kata dia, terdapat dinamika yang sangat kontras pada sektor-sektor lainnya, yakni sektor pertambangan dan lainnya tumbuh sebesar 2.671,14 persen, meskipun secara nilai nominal kontribusinya masih sangat kecil, yakni 0,0045 juta dolar AS.
Demikian pula dengan sektor migas, yang juga tercatat tumbuh signifikan sebesar 468,75 persen secara tahunan.
“Namun demikian, sektor pertanian mengalami kontraksi sebesar 52,77 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu,” tutur Kadarmanto.
Secara kumulatif, sambung dia, nilai ekspor Jakarta sepanjang Januari-Desember 2025 mencatat performa positif, yakni mencapai 17,51 miliar dolar AS, atau melonjak sebesar 27,16 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pertumbuhan ini sepenuhnya didorong oleh komoditas non-migas yang tumbuh sebesar 27,28 persen. Dominasi sektor non-migas ini dipertegas oleh kontribusi industri pengolahan yang memegang pangsa pasar sebesar 97,14 persen dari total ekspor Jakarta,” ungkap Kadarmanto.
Lebih lanjut, dia menyebutkan ekspor komoditas unggulan sepanjang 2025 menunjukkan tren penguatan yang positif dan didominasi oleh tiga sektor utama, yakni alas kaki sebagai kontributor terbesar dengan pangsa pasar 18,33 persen dan lonjakan pertumbuhan mencapai 72,09 persen.
Lalu, sektor kendaraan dan bagiannya memberikan andil sebesar 16,39 persen dengan kenaikan sebesar 19,35 persen. Kemudian, diikuti oleh logam mulia dan perhiasan yang menyumbang sebesar 15,11 persen dari total ekspor setelah tumbuh pesat sebesar 42,05 persen.
Negara tujuan utama ekspor selama Januari-Desember 2025, yaitu Amerika Serikat, sebagai mitra dagang nomor satu dengan nilai ekspor mencapai 2.250,29 juta dolar AS, dengan produk alas kaki mendominasi hampir setengah dari total ekspor ke AS.(john)






