RI targetkan 15 ribu insinyur untuk kuasai teknologi desain chip

  • Whatsapp

Koranmetronews.id (Jakarta) – Pemerintah Indonesia menargetkan 15 ribu insinyur bisa mempelajari dan menguasai teknologi desain chip melalui perjanjian kerja sama antara Danantara dan Arm Limited.

Kerja sama yang ditandatangani di London, Inggris, Senin (23/2) itu diarahkan untuk mempercepat peningkatan kapasitas dan kemandirian nasional dalam pengembangan teknologi strategis, khususnya di bidang semikonduktor, yang menjadi elemen dasar bagi beragam inovasi dan ekosistem digital.

“Dengan kerja sama ini diharapkan Indonesia bisa melakukan pelatihan terhadap 15 ribu engineers kita di dalam ekosistem Arm, agar mereka bisa menguasai teknologi chip design, dan rencana kerja samanya dilanjutkan kepada generasi selanjutnya dari semikonduktor atau chip, sehingga Indonesia mempunyai kemampuan di bidang semikonduktor dan desain,” jelas kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Diketahui, Arm merupakan salah satu perusahaan yang mendominasi pasar semikonduktor untuk sektor otomotif global, khususnya pada aspek desain chip untuk pusat data dan kecerdasan buatan.

Dalam hal ini, Pemerintah Indonesia mengalokasikan dana awal sebesar 150 juta dolar AS untuk membangun ekosistem semikonduktor nasional melalui kemitraan tersebut.

Kemitraan strategis ini juga menandai langkah penting Indonesia dalam bertransformasi dari sekadar konsumen teknologi menjadi produsen bernilai tambah tinggi dalam rantai pasok global.

Teknologi dipandang sebagai turbocharger pertumbuhan ekonomi nasional, menjembatani potensi besar sumber daya manusia dan kekayaan alam Indonesia dengan kebutuhan produktivitas tinggi menuju visi Indonesia Emas 2045.

Lebih lanjut, Menko Airlangga menjelaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kemandirian teknologi nasional, sekaligus melengkapi agenda besar pembangunan ketahanan pangan dan ketahanan energi.

Inisiatif tersebut juga diposisikan sebagai langkah lompatan strategis (leapfrog) dalam penguatan ekosistem digital Indonesia.

Adapun pengembangan enam desain chip nasional akan difokuskan pada bidang intellectual property (IP) strategis yang akan dimiliki Indonesia.

“Enam ini merupakan IP, intellectual property, yang kita bisa pilih apakah satu untuk teknologi otomotif, kedua internet of things, ketiga terkait dengan data center, kemudian bisa juga tentang home appliances, yang dua lagi kita bisa pilih apakah kita mau yang futuristic, terutama autonomous vehicle, dan quantum computing, dan yang lain. Jadi ini semua masih dibahas nanti dengan Danantara, sehingga ini IP-nya akan dipegang oleh Indonesia,” tutur Menko Airlangga.

Adapun dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga menyebutkan bahwa kerja sama tersebut juga akan diarahkan untuk membangun ekosistem pengembangan kapabilitas perangkat lunak (software capability) nasional melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi terkemuka, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Indonesia (UI), yang selama hampir dua tahun terakhir telah dipersiapkan untuk mendukung agenda tersebut.

Para talenta nasional nantinya akan mendapatkan pelatihan langsung dari trainer dalam ekosistem Arm Limited.

Pada tahap selanjutnya, pengembangan generasi baru chip akan membuka peluang investasi yang lebih besar, termasuk pada aspek manufaktur (printing) yang saat ini didominasi oleh sejumlah perusahaan global.

Ke depan, berbagai perusahaan global tersebut juga diharapkan dapat melakukan investasi di Indonesia sebagai bagian dari penguatan ekosistem semikonduktor nasional.(john)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *