Koranmetronews.id (Jakarta) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengakui pasar di ibu kota belum terintegrasi dengan transportasi dan belum dikelola dengan baik.
“Sebenarnya, banyak market (di Jakarta) yang tidak kalah dengan di luar negeri, termasuk tidak kalah dengan Chatuchak Plaza yang ada di Bangkok maupun Markthal yang ada di Rotterdam. Problemnya adalah belum terintegrasi dan dikelola secara baik, secara internasional,” kata Pramono saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Transforming Jakarta’s Markets: Leveraging Markets as Urban Catalysts for Inclusive and Sustainable City Development” di Ruang Pola, Balai Kota, Jakarta, Senin.
Dia mencontohkan Tsukiji Market di Tokyo yang kerap dikunjungi menteri, presiden, perdana menteri serta gubernur untuk duduk santai sambil menikmati sushi, sashimi, dan kopi.
Pramono mengakui hal itu belum terwujud di pasar-pasar di Jakarta. Padahal secara kualitas, pasar Jakarta juga dinilai tidak kalah dengan pasar-pasar di luar negeri itu.
Dia pun berharap pasar-pasar di Jakarta bukan hanya sekadar menjadi ruang transaksi ekonomi, tetapi juga budaya, ruang publik, destinasi wisata, dan sebagainya.
“Itulah yang belum ada di kita. Padahal secara kualitas, apa yang kita lihat di Pasar Santa, misalnya, atau Pecinan Glodok, nggak kalah. Saya mengharapkan suatu hari, walaupun di Pasar Glodok Pecinan itu yang orang asingnya sudah mulai banyak, tapi suatu hari saya berharap ada Gubernur Tokyo makan di situ, ada menterinya, ada parlemennya,” ungkap Pramono.
Untuk itu, menurut dia, revitalisasi pasar harus ditempatkan sebagai bagian penting dari pengembangan ekonomi perkotaan yang berdaya saing dan inklusif.
Tak hanya itu, dia juga menginginkan agar kolaborasi terus ditingkatkan dalam pengembangan pasar di Jakarta, salah satunya melalui FGD yang digelar pada Senin, yang diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi konkret untuk ditindaklanjuti oleh Perumda Pasar Jaya dalam rencana pengembangan lima tahun ke depan.
“Pengembangan pasar dapat terwujud apabila koordinasi dilakukan secara baik. Saya mengapresiasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta yang menginisiasi FGD ini. Mudah-mudahan, hasilnya dapat menjadi milestone atau rencana strategis untuk perbaikan 153 pasar di Jakarta,” ucap Pramono.(john)





