Koranmetronews.id (Jakarta) – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jakarta akan melakukan pengawasan takjil selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Masih kami susun jadwalnya,” kata Kepala BBPOM Jakarta, Sofiyani Chandrawati saat dihubungi di Jakarta, Kamis.
Pada tahun lalu, dalam kegiatan pengawasan pangan di sentra Pasar Takjil Bendungan Hilir (Jakarta Pusat) dan Rawamangun (Jakarta Timur), BBPOM DKI Jakarta menemukan takjil berformalin dan rhodamin b.
Keduanya merupakan zat berbahaya. Formalin bersifat beracun dan karsinogenik serta dilarang untuk makanan karena dapat menyebabkan iritasi, keracunan dan kanker.
Sedangkan rhodamin b juga bersifat toksik dan berbahaya jika dikonsumsi, tetapi sering disalahgunakan sebagai pewarna makanan.
Di Bendungan Hilir (Benhil) ditemukan satu dari 25 sampel makanan mengandung pewarna sintetis. Sedangkan di Rawamangun ditemukan mi kuning dan tahu goreng isi yang mengandung formalin dari 19 sampel.
Adapun menjelang Ramadhan ini, BBPOM DKI mengintensifkan pengawasan makanan olahan menyasar supermarket, distributor, importir dan sarana distribusi pangan lainnya. “Sudah mulai dari tanggal 18 Februari 2026,” kata Sofiyani.(john)






