Koranmetronews.id (Jakarta) – Di tengah gemercik hujan, seorang pemuda bernama Yunus (25) bersama ibunya Rohmini (63) mendatangi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Semper, Cilincing, Jakarta Utara, dengan berboncengan motor. Yunus datang ke TPU Semper, Rabu (4/2/2026) untuk mengunjungi makam kakaknya yang meninggal 2,5 tahun lalu. Malam sebelumnya, mendiang sang kakak “mendatangi” Yunus lewat mimpi sambil tersenyum.
Mereka datang dengan membawa sekeranjang kelopak bunga mawar, Yunus dan Rohmini berniat memanjatkan doa untuk mendiang. Namun, belum juga sampai di pusara sang kakak, Yunus mendapati TPU Semper kebanjiran. Yunus sempat kebingungan mencari makam kakaknya. Sebab, nisan di area makam itu seluruhnya nyaris tak terlihat karena banjir mencapai 60 sentimeter (Cm). Anak SD Bunuh Diri lantaran Tak Mampu Beli Buku dan Pena, Tamparan bagi Negara
Ditambah lagi, posisi makam kakak Yunus berada di area tengah, sekitar 100 meter dari jalan. Di sisi lain, Yunus dan Rohmini tak berani menerobos banjir karena takut terjatuh. Beruntung, ada warga yang bekerja sebagai pembersih makam bersedia menemani Yunus dan Rohmini menerobos banjir demi mencari makam keluarganya itu.
Tak mau kedatangannya sia-sia, Yunus langsung menerobos banjir ditemani oleh petugas makam.
Sementara Rohmini yang sudah berusia lanjut memilih menunggu di pinggir area pemakaman. Setelah menerobos banjir dengan susah payah, Yunus akhirnya menemukan pusara sang kakak.Dia langsung menaburi bunga mawar ke tempat peristirahatan terakhir kakaknya sambil memanjatkan doa.
Bunga mawar yang ditabur Yunus pun langsung hanyut terbawa air banjir ke makam-makam lainnya. Sedangkan Rohmini, dari kejauhan tampak mengangkat kedua tangannya agar mendiang anaknya mendapat pengampunan. Rohmini juga membaca beberapa surat Al-Qur’an sambil menunggu Yunus selesai berdoa.
Akses sulit
Selesai berdoa, Yunus kembali menerobos air banjir untuk menuju ke pinggir area makam, tempat ibunya menunggu.
“Jalan ke sana itu lumayan susah karena dalamnya sedengkul, licin juga,” kata Yunus saat diwawancarai di lokasi, Rabu.
Jalanan yang tak rata dan terendam banjir menjadi tantangan tersendiri para peziarah ketika hendak mengunjungi makam keluarganya. Bukan hanya harus bertahan di tengah genangan air, kaki Yunus juga harus hati-hati agar tidak menginjak makam yang porak-poranda karena banjir.(john)






