Pramono Larang Spanduk Parpol Dipasang Pada Flyover

  • Whatsapp

Koranmetronews.id (Jakarta) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tidak ingin lagi ada atribut partai yang dipasang di flyover. Ia menyoroti pemasangan spanduk di flyover yang kerap terjadi saat kegiatan partai politik atau acara tertentu.

Menurut dia, pemasangan spanduk di flyover sangat mengganggu kelancaran lalu lintas dan merusak tata kota sehingga harus ditertibkan. “Termasuk yang paling penting adalah saya benar-benar pengin menertibkan. Enggak ada lagi di Jakarta yang namanya flyover itu kalau partai ada acara kemudian masang di flyover. Itu mengganggu banget lalu lintas yang ada di Jakarta dan itu akan kami lakukan,” ucap Pramono saat ditemui di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (3/2/2026).

Hal ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk membersihkan jalan-jalan dari spanduk dan baliho yang dinilai semrawut serta mengganggu ketertiban kota.

“Arahan Bapak Presiden 1.000 persen pasti saya jalankan. Karena saya memang berkeinginan Jakarta akan menjadi lebih rapi, lebih bersih,” imbuh dia.

Selain spanduk dan baliho, Pramono juga menyoroti pemanfaatan trotoar yang tidak sesuai peruntukannya. Ia meminta agar trotoar yang telah dibangun digunakan sepenuhnya oleh pejalan kaki, bukan malah dikuasai oleh pedagang kaki lima.

Pramono menegaskan, jika masih ditemukan trotoar yang digunakan untuk berdagang, maka akan dilakukan penertiban. “Saya meminta semua trotoar yang sekarang sedang dibangun di Jakarta, jangan trotoarnya selesai kemudian pedagang kaki lima dibiarkan untuk memanfaatkan trotoar itu. Yang seperti itu pasti akan saya tertibkan. Jadi, jadi Jakarta akan melakukan itu,” katanya.

Sebelumnya Presiden Prabowo meminta seluruh pemerintah daerah membersihkan spanduk dan baliho yang dipasang pada sarana umum.

Menurut dia, kondisi tersebut mengurangi keindahan kota dan tidak menarik bagi wisatawan. “Kalau saya naik ke Hambalang, spanduk, spanduk, spanduk, ayam goreng. Pesan satu dapat satu free. Kenapa harus besar-besar sih? Turis datang enggak mau lihat spanduk. Bogor dulu kota paling indah, Bung Karno lebih senang di Bogor daripada di Jakarta. Dari dulu aku ingin tinggal di Bogor, akhirnya jadi presiden ya tinggal di Bogor,” tambah Prabowo.

Ia pun meminta para kepala daerah untuk berkoordinasi dengan asosiasi pengusaha seperti Kadin dan HIPMI agar pemasangan iklan dan spanduk dapat ditata dengan lebih baik dan tidak berlebihan.(john)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *