Koranmetronews.id (Jakarta) – Kurang lebih dua minggu lagi kita akan memasuki bulan puasa,lazimnya masyarakat dan dunia usaha akan mengalami lonjakan permintaan berbagai kebutuhan pokok pangan seperti ; beras,daging,ikan,telur,gula,tepung,cabai,bawang,buah buahan,sayur mayur,dll.Permintaan akan mengalami kenaikan tiga sampai tiga empat lipat dari hari biasannya untuk keperluan keluarga maupun catering.
Lonjakan permintaan ini harus di barengi dengan ketersediaan stok yang berlimpah guna menjaga psikologi pasar sehingga antara demand dan supply ada seimbang sehingga harga harga terjaga dan terjangkau oleh masyarakat.
Sarman Simanjorang,
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, meminta Kementerian Pertanian dan Perdagangan segera malakukan koordinasi dan membuka data secara terbuka mengenai stok pangan dilapangan,ketersediaan di lapangan/gudang harus benar benar nyata agar tidak terjadi gejolak harga pangan ketika permintaan mulai naik. “Karena jika ada issu bahwa salah satu bahan pokok stoknya terbatas maka respon pasar akan negatif dan gejolak harga tidak dapat dihindari.”
Dijelaskan hitung hitungannnya harus matang,dengan data yang akurat sehingga antara permintaan dan ketersediaan seimbang dimana setiap permintaan pasar selalu siap di supply. Hal ini perlu di ingatkan karena disamping permintaan yang meningkat menjelang bulan puasa dan Iduel Fitri,ada kebutuhan rutin setiap hari yang harus di suppy yaitu kebutuhan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurut data Pemerintah saat ini SPPG yang sudah beroperasi sebanyak 22.091 dengan penerima manfaat mencapai 60juta jiwa.
Sebagai contoh kebutuhan daging ayam perhari unuk satu SPPG sebanyak 200-350 kg per hari,untuk daging sapi antara 20-25 kg/hari,sedangkan telor antara 1500-3.000 telor setiap hari. Bisa dibayangkan jika permintaan meningkat menjelang bulan puasa dan Iduel Fitri maka persediaan harus dipastikan mencukupi,jika tidak gejolak harga akan terjadi.
Hal ini harus betul betul diantisipasi oleh Pemerintah,bahwa kebutuhan pokok pangan selama bulan puasa dan Iduel Fitri tahun ini tidak sama dengan tahun yang lalu.
Ketersediaan pokok pangan seperti daging sapi dan ayam,gula,bawang,telor,minyak goreng dll sangat berpotensi bergejolak jika pasokannya tersendat.
Stok pangan ini harus di cek secara cermat diseluruh Indonesia,jika memang stoknya tersedia,agar Pemerintah mengecek jalur distribusi agar kebutuhan dipasar tepat waktu. Pemerintah juga diharapkan memiliki program melakukan operasi pasar di berbagai daerah 2 minggu sebelum Iduel Fitri 1447 H untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan harga yang terjangkau serta memberikan sinyal kepada pasar bahwa stok bahan pokok pangan kita mampu memenuhi kebutuhan pasar dan masyarakat.
Jika berbagai kebutuhan pokok pangan masyarakat terpenuhi maka dipastikan konsumsi rumah tangga akan tumbuh positif dan pada akhirnya akan dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dikuartal I-2026 yang diharapkan diangka 5% lebih. (john)






