Koranmetronews.id (Jakarta) – Anggota Komisi D DPRD DKI Bun Joi Phiau meminta Pemprov DKI Jakarta serius memperbaiki prosedur penanganan banjir agar tak menimbulkan korban jiwa lagi.
“Harus lebih serius dan jangan beranggapan banjir sebagai rutinitas yang diakibatkan oleh faktor alam saja, melainkan kondisi yang bisa ditanggulangi dampaknya untuk menjaga keselamatan warga Jakarta,” katanya di Jakarta, Kamis.
Penegasan itu terkait dengan adanya tiga orang korban jiwa akibat tersengat listrik pada saat banjir yang terjadi Senin (12/1) di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.
Menurut dia, tugas Pemprov DKI itu antara lain untuk menghadapi semua hal di daerah ini bukan malah berpasrah diri.
“Kalau hanya bisa menyalahkan, artinya Pemprov tidak siap. Jadi, tolong gunakan uang pajak sebaik-baiknya untuk menyelamatkan nyawa warga,” kata Bun.
Ia menyebutkan, dari informasi yang diterima bahwa para korban diketahui terkena sengatan listrik saat air banjir tiba ke rumah mereka dan masih ada alat elektronik yang menyala.
Berkaca dari kejadian itu, Bun mengungkit anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk pengendalian banjir yang nilainya sebesar Rp2,8 triliun.
“Ke mana hasil dari anggaran yang sebesar Rp2,8 triliun itu. Ini merupakan uang yang ditarik dari pajak masyarakat. Tapi dalam kenyataannya, Pemprov DKI masih belum juga bisa mengatasi persoalan banjir dari waktu ke waktu,” ujarnya.
Menurut dia, dengan anggaran sebesar itu, seharusnya banjir pada Senin (12/1) itu, tidak parah dan Pemprov DKI dapat melakukan persiapan yang bisa mencegahnya.
Oleh karena itu, dia menekankan lagi, agar Pemprov DKI Jakarta lebih serius lagi dengan tidak hanya melihat banjir sebagai rutinitas yang diakibatkan oleh faktor alam saja, melainkan kondisi yang bisa ditanggulangi dampaknya untuk menjaga keselamatan warga Jakarta.
Dari tiga orang itu, dua orang merupakan pasangan suami istri berinisial HW (54) dan NJ (49).
“Tersengat listrik di kediamannya, Blok R Gang II Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing pada Senin sore sekitar pukul 15.00 WIB,” kata Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri di Jakarta, Selasa (13/1).
Ia mengatakan saksi dari peristiwa ini adalah anak dari pasangan suami istri itu. Saat itu, sang anak pada Senin (12/1) sekitar pukul 10.30 WIB, pulang sekolah dan langsung masuk ke dalam rumah.
“Saksi melihat kedua korban mengambang di ruang tengah rumah dan langsung berteriak meminta pertolongan,” kata dia.
Kemudian seorang wanita berinisial MYS (40) meninggal dunia juga diduga akibat tersengat listrik di rumahnya, Jalan Kalibaru Barat, Gang Sadang, Kecamatan Cilincing pada Senin (12/1) pagi.
Ia mengatakan berdasarkan keterangan saksi yang merupakan Ketua RT, diberitahu oleh kakak ipar korban bahwa korban tersengat listrik dan tidak sadarkan diri.(john)






