Koranmetronews.id (Jakarta) – Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengaku lega setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai melakukan pembongkaran tiang monorel di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Sutiyoso mengatakan, proyek monorel tersebut awalnya merupakan gagasannya pada 2003 sebagai bagian dari sistem transportasi makro Jakarta yang terintegrasi dengan MRT, busway, dan moda transportasi lainnya.
“Monorel ini dulu dirancang untuk menanggulangi kemacetan, tapi kemudian mangkrak dan berubah jadi besi tua yang merusak estetika kota. Dalam kondisi seperti itu hanya ada dua pilihan, lanjutkan atau bongkar. Kalau tidak bisa dilanjutkan, ya harus dibongkar,” kata Sutiyoso.
Untuk mendukung realisasi proyek monorel kala itu, Sutiyoso bersama tim bahkan melakukan studi banding ke sejumlah negara. Salah satu kota yang menjadi rujukan utama adalah Bogota, Kolombia, yang dinilainya memiliki karakteristik perkotaan mirip dengan Jakarta.
“Saya studi banding ke beberapa negara, dan saya berhenti lama di Bogota, ibu kota Kolombia, karena situasinya sama dengan di Jakarta,” ujar pria yang akrab disapa Bang Yos ini.
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ini menilai keputusan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk membongkar monorel merupakan langkah paling tepat, meski tidak mudah.
Menurutnya, kepastian pembongkaran menjadi penutup dari persoalan lama yang selama bertahun-tahun mengganggu wajah ibu kota.
“Keputusan ini memang tidak enak, tapi harus diambil. Sekarang saya merasa lega,” pungkasnya.
Lebih lanjut, Bang Yos juga mengungkapkan alasan di balik pembangunan monorel Jakarta dari sisi konsep awal. Salah satunya untuk memudahkan mobilisasi suporter sepak bola, seperti Bobotoh pendukung Persib Bandung dan Bonek pendukung Persebaya Surabaya.
Secara konsep, monorel Jakarta dirancang melayani dua jalur utama, yakni Green Line Senayan–Kuningan–Casablanca dan Blue Line Kampung Melayu–Tanah Abang.
“Supaya Anda tahu kenapa kok minta rute Senayan? Supaya nanti kalau Bobotoh dari Bandung datang, Bonek dari Surabaya datang, dari stadion tidak darat, dia langsung monorel ke sana,” jelasnya.
“Nanti pulangnya begitu lagi, sehingga kita aman di bawah di jalan-jalan. Itu maksudnya,” sambung Bang Yos menutup pernyataannya. (john)






