Dilantik Di Balaikota, Khodijah Junaidi Pimpin Rusydatul Ummah DKI Periode 2025-2030

  • Whatsapp

Koranmetronews.id (Jakarta) – Ketua Tanfidziyah Rusydatul Ummah Provinsi DKI Jakarta Periode 2025-2030, Ustadzah Dra. Khodijah Junaidi Mpd.I bersama jajaran pengurus resmi dilantik di Grha Ali Sadikin, Balai Kota DKI Jakarta.

Mewakili Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekdaprov DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim mengatakan, Jakarta sedang menyongsong menjadi kota Global. Namun demikian, Jakarta sebagai kota yang inklusif tidak boleh kehilangan identitas diri.

“Identitas diri itu juga terkait dengan budaya dan agama. Menghadapi globalisasi ini kita juga perlu membentengi diri dengan iman yang kuat,” ujarnya, Sabtu (30/8).

Ali menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengajak seluruh komponen, termasuk Majelis Taklim,
Rasydatul Ummah untuk bersama-sama berperan aktif mewujudkan Jakarta sebagai kota global, tapi tidak hilang identitasnya.

“Baik itu warganya yang berbudaya, beragama, berbudi pekerti, dan tentu warga dan anak-anaknya semua yang ber-akhlakul karimah,” terangnya.

Menurutnya, peran ibu-ibu majelis taklim sangat penting dalam mencegah kenakalan remaja seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba hingga pergaulan bebas.

“Kami juga merasa perlu dan siap bersinergi agar ibu-ibu majelis taklim bisa menjadi motor pemberdayaan perempuan dan keluarga. Sebab, kita juga ada banyak program, termasuk melalui pelatihan kerja hingga Jakpreneur atau UMKM binaan,” bebernya.

Ketua Rusydatul Ummah Provinsi DKI Jakarta, Khodijah Junaidi menegaskan, akan mengemban amanah yang diberikan dengan sebaik-baiknya. Terutama, dengan fokus untuk wilayah Kepulauan Seribu.

“Kita ingin lebih memasifkan pemberdayaan keumatan dan perempuan di sana. Bagaimanapun Kepulauan Seribu adalah juga wilayah Jakarta, namun seperti sering kita lupakan,” ungkapnya.

Ia menginginkan, sinergitas dan kolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta bisa terjalin erat, terutama dalam hal keumatan serta menyukseskan program-program pembangunan, termasuk pemberdayaan perempuan dan keluarga.

“Kita lihat kan di Jakarta ini sedang berkembang UMKM-nya. Kita mungkin bisa terjun di sana untuk memberdayakan perempuan agar mereka itu mempunyai karakter mandiri, bisa berdiri sendiri, dan mengoptimalkan potensi yang mereka punya,” ucapnya.

Khodijah menambahkan, Majelis Taklim Rusydatul Ummah sudah berdiri sejak 1994. Sedangkan, kepengurusan di Jakarta baru dikukuhkan hari ini.

“Kita membina sekitar 100 majelis taklim yang sudah ada juga hingga ke tingkat kecamatan. Alhamdulillah, hari ini saya juga mengukuhkan pengurus di tingkat kota. Jumlah anggota sudah seribu lebih,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Syuriah Rusydatul Ummah Pusat, Atiqoh Noer Ali berharap, kepemimpinan Khodijah Junaidi dan jajarannya akan memberikan kemanfaatan nyata bagi umat dan masyarakat di Jakarta.

“Saya juga berterima kasih kepada Pemprov DKI Jakarta yang sudah memberikan dukungan kepada majelis taklim ini,” tandasnya.(john)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *