Pangkalan LPG 3 Kg Toko Devira Usaha Rimbo Bujang Menjual Partai Besar Pada Pengecer di Tebo

  • Whatsapp

koranmetronews.id, Tebo – Lagi lagi pangkalan LPG 3 kg menyalahgunakan fungsinya sebagai pangkalan gas bersubsidi. Rabu, 26 mei 2021 pukul 14.00 wib saat tim Koran Metro memergoki sebuah pangkalan gas bersubsidi yang bermerek Toko Devira Usaha yang beralamat di jalan pahlawan Kecamatan Rimbo Bujang sedang melakukan transaksi jual beli isi gas secara partai besar kepada beberapa pelaku pengecer di atas harga het (17.000).

Dijual seharga 20000 per tabung. Ini jelas sudah di luar ketentuan yang berlaku. Seharusnya pangkalan mendistribusikan kepada masyarakat perorangan di mana setiap  pengambilan oleh masyarakat disertai Kartu Keluarga (KK) dan mengisi lookbook dengan paraf konsumen.

Tim Pemantau kegiatan distribusi tersebut ternyata gas yang sudah di bongkar dari truk mitsubshi fuso BH 8624 WU milik Agen Indah Jaya Mandiri langsung di muat lagi ke dalam mobil beberapa pengecer sebagai berikut : jenis toyota minibus kijang LGX kapsul nomor polisi BG 1525 QO, toyota minibus Kijang super BH 1968 WL, Mitsubishi kuda pickup BH 9367 WI dan becak motor serta sepeda motor menggunakan keranjang. Ini jelas tidak lagi menggunakan look book sementara pihak pertamina dan BPKP meminta data lookbook yang isinya paraf masyarakat, tentu ada pemalsuan paraf ataupun tandatangan penerima subsidi, pristiwa ini sudah menjadi budaya khusus Rimbo Bujang Kabupaten Tebo Provinsi jambi.

Fitono pemilik dari agen PT. INDAH JAYA MANDIRI. saat dikomfirmasi pesan singkat melalui WA tapi sayang tidak di tanggapi, dan kabid perdagangan disprindagkop kabupaten tebo, berulang kali melapor kan tentang pristiwa yang sama dan agen yang sama, kabid Edi menjawab pertanyaan tim Koran Metro dinruang kerja nya Disprindagkop Kabupaten Tebo, jawab Edi, mengatakan, saya tidak bisa berbuat apa apa baik di bidang pengawasan tentang LPG 3 KG  karena saya jujur saja, saya takut dengan keluarhga Fitono karena Bupati keluarga mereka karena PT. Tembesu Jaya milik H. Triman, semua PT. yang bergerak di bidang LPG 3 kg itu cabang dari PT. Tembesu jaya. Kalaulah saya ikut campur kata Edi bisa bisa saya di Buang dari jabatan saya ini sebagai kabag perdagangan disprindagkop lebih baik saya bekerja sama saja.

Demi jabatan demi rupiah biar masyarakat tertindas dan hancur dengan harga LPG 3KG sampai 35000 di pasar rimbo bujang yang jarak pasar dari agen berhadapan mau pun pangkalan.

Dengan tidak main main tim Koran Metro akan melapor kepada Pertamina langsung dan tentang ASN Kabag Disprindagkop akan di lapor juga secara resmi kepada Gubernur Jambi, agar jangan sampai ASN penjillat dan penghianat ini bisa di pindah tugas dari posisi dan kedudukan sekarang.

(KMN/TIM)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *